Call For Papers

Call For Papers

International Conference on Education, Culture and Humanities Selengkapnya »

 

FILM DOKUMENTER PEKERJA ANAK KEMBALI DITAYANGKAN.

http://lppm.stkipsantupaulus.ac.id/wp-content/uploads/2016/08/72IMG_0005-2.jpg

LPPM STKIP St. Paulus Ruteng. Setelah sebelumnya dilakukan pemutaran film dokumenter tentang pekerja anak pada awal Maret 2016, kini Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP St. Paulus Ruteng kembali melakukan kegiatan pemutaran film dokumenter tentang pekerja anak yang disajikan dalam bentuk seminar film documenter Pekerja Anak. Kegiatan seminar tersebut dihadiri oleh dua pemateri yang adalah Marcelus Ungkang, S.S., M.Pd sebagai pemateri 1 dan Dr. Fransiska Widyawati, M.Hum sebagai pemateri 2. Sabtu, 07 Mei 2016, kurang lebih 2 jam, kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa/i tingkat 3 lintas program studi sebagai peserta seminar dan juga dihadiri para undangan dari Wahana Visi Indonesia (WVI). Seminar dan pemutaran film dokumenter tentang pekerja/buruh anak tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memperkaya dan memberi perspektif lain kepada masyarakat terutama warga STKIP St. Paulus Ruteng dari segi medium tentang kondisi pekerja anak. Hal tersebut diungkapkan Marselus Ungkang, S.S., M.Pd sebagi pembicara 1 dalam pengantar materinya tentang Potret pekerja Anak di Ruteng. Penelitian dan kehadiran film dokumenter tentang pekerja anak produksi LPPM STKIP ST. Paulus juga diharapkan dapat mengkomunikasikan masalah-masalah sosial terkhusus tentang anak. Film tersebut juga dapat menjadi media pembelajaran bagi para calon guru profesional yang dihasilkan STKIP St. Paulus Ruteng. Dr. Fransiska Widyawati, M.Hum sebagi pembicara 2 yang juga selaku Ketua pimpinan LPPM STKIP St. Paulus mengungkapkan beberapa hal penting terkait materi yang dibawakan tentang Buruh dan Hak Anak di Manggarai yang menyatakan bahwa masih ada beberapa anak sekolah yang hingga saat kini masih menjadi pekerja anak. Secara langsung ataupun tidak langsung hal itu termasuk dalam bentuk eksploitasi terhadap anak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*