Call For Papers

Call For Papers

International Conference on Education, Culture and Humanities Selengkapnya »

 

NATAL SEBAGAI MOMEN MEMPERJUANGKAN KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

NATAL SEBAGAI MOMEN MEMPERJUANGKAN KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

Natal adalah saat orang Katolik merayakan kelahiran penyelamat dunia. KelahiranNya mewujudkan kerinduan umat manusia. Kelahiran sangat dinantikan. KelahiranNya mengubah hidup manusia. KelahiranNya membawa sukacita, harapan, dan keselamatan. KelahiranNya menjamin hidup yang maju, makmur, adil, bermartabat, berdaulat, mandiri, religius, berkepribadian, rukun, inklusif. Visi itu dapat diringkas menjadi kemanusiaan yang adil dan beradab.

Hidup yang maju, makmur, adil, bermartabat, berdaulat, mandiri, religius, berkepribadian, rukun, dan inklusif itulah visi calon presiden Jokowi dan Prabowo. Umat sentrum Dhoki yang terdiri dari 11 anak kampung (Bumu, Dhoki, Pajo, Ledho, Boki, Watudhoge, Gilikoli, Lajawolo, Lokapau, Sule, dan Gelu) pada perayaan Natal 2018 berkumpul di rumah ibadat gereja Santu Yosef Dhoki. Di Gereja ini mereka menegaskan mimpi bersama untuk menjadi umat yang maju, makmur, adil, bermartabat, berdaulat, mandiri, religius, berkepribadian, rukun, dan inklusif. Mereka bermimpi mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab.

Penegasan mimpi itu berhadapan dengan kenyataan bahwa terdapat banyak rintangan yang membuat mereka belum maju, belum makmur, belum merasakan keadilan, belum bermartabat, belum berdaulat, belum mandiri, belum sungguh religius, belum berkepribadian kokoh, belum rukun, dan belum menjadi masyarakat inklusif. Ada banyak halangan bagi mereka untuk mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab.

Ada banyak faktor penyebab mereka belum meraih kemajuan, kemakmuran, keadilan, martabat luhur, kedaulatan penuh, kemandirian, keberagamaan bermutu, kepribadian kokoh, dan kerukunan serta sikap inklusif. Ada faktor internal. Ada faktor eksternal. Ada faktor ekonomis, sosial, budaya, politis, psikologis, pendidikan, keluarga, pemimpin, rakyat, dan masih banyak faktor lainnya.

Umat di kampung-kampung ini belum sepenuh memahami konsep kemanusiaan yang adil dan beradab. Mereka pun belum sepenuhnya tergerak untuk mewujudkan hal itu. Maka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dirancangkan untuk menyadarkan mereka dan meningkatkan kecintaan dan semangat mereka untuk berjuang demi mewujudkannya. Judul PkM ini “Dengan Merayakan Natal 2018, Umat Paroki Doki semakin Sadar dan Tergerak untuk Mewujudkan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.”

PkM ini menawarkan tiga jenis kegiatan, yakni Perayaan Liturgi Malam Natal, Perayaan Liturgi Hari Raya Natal, dan Perayaan Liturgi Peringatan Santu Stefanus. Ketiga perayaan itu dilaksanakan pada Senin, 24 Desember 2018, Selasa, 25 Desember 2018, dan Rabu, 26 Desember 2018.

PkM ini dilaksanakan oleh Oswaldus Bule (NIDN: 0813066001), dosen STKIP Santu Paulus Ruteng dan 1 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Pada level mitra kegiatan ini juga melibatkan pastor paroki, Dewan Pastoral Paroki dan warga  paroki Doki, khusus dari 11 anak kampung. Luaran PkM ini adalah meningkatnya kesadaran umat untuk mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab. Mereka pun semakin aktif melibatkan diri dalam perjuangan menegakkan hak-hak asasi manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*