Call For Papers

Call For Papers

International Conference on Education, Culture and Humanities Selengkapnya »

 

Tim PKM STKIP Santu Paulus Ruteng Melakukan Penelitian Terkait Anak Putus Sekolah di Desa Ranggi

LPPM STKIP Santu Paulus Ruteng

1-3 Februari 2018, salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) STKIP Santu Paulus Ruteng, melakukan penelitian di Desa Ranggi- Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, NTT. Tim PKM adalah mahasiswa Program Studi PGSD STKIP Santu Paulus Ruteng yang terdiri dari 3 orang yakni Maria Krisensia selaku ketua bersama dua anggotanya; Fransiskus S.T. Nambut dan Marianus Karubim dalam bimbingan Bapak Marselinus Robe, M.Pd sebagai dosen pendamping.

Program Kreativitas Mahasiswa merupakan salah satu program yang ditawarkan kemenristekdikti kepada perguruan tinggi yang ditujukan kepada mahasiswa sebagai upaya untuk menggali potensi, keterampilan serta kreativitas mahasiswa dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. PKM memadukan bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan kemudahan bagi mahasiswa agar mencapai taraf pencerahan dalam berkreativitas dan inovasi.

PKM telah menjadi salah satu program kerja LPPM STKIP Santu Paulus Ruteng. Untuk itu, LPPM memberikan hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bagi para mahasiswa STKIP Santu Paulus Ruteng. Setiap pemenang hibah diwajibkan untuk melakukan PKM yang dimenangkan.

“Survei Penyebab Anak Sekolah Dasar Putus Sekolah di desa Ranggi, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, NTT.” adalah salah satu proposal yang masuk dalam daftar pemenang hibah LPPM STKIP Santu Paulus Ruteng TA. 2017/2018. Sesuai jadwal pelaksanaan yang diberikan LPPM yakni pada akhir Januari-hingga pertengahan Februari, maka tim PKM pun  segera menuju lokasi Penelitian yang bertempat di Desa Wae Ri’i.

Kegiatan Penelitian diterima dengan sangat antusias oleh warga setempat dan disambut dengan baik oleh Bapak Agustinus Ceha sebagai Kepala Desa Ranggi.

“Saya sangat antusias dengan semangat juang adik-adik Mahasiswa STKIP Santu Paulus Ruteng untuk melakukan penelitian tentang anak-anak SD putus sekolah di Desa Ranggi ini. Saya juga sangat simpatik dengan program yang dicanangkan oleh kampus sehingga mahasiswa sebagai calon guru mengetahui lebih awal faktor-faktor penyebab anak putus sekolah di desa Ranggi ini”. Apresiasi Bapak Agustinus Ceha dalam pertemuan awal bersama tim PKM.

Kegiatan berlangsung selama 3 hari berturut-turut dan tim menghadirkan para informan penelitian antara lain 3 anak putus sekolah, orang tua dari masing-masing anak putus sekolah dan masing-masing mantan guru wali kelas anak putus sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan tim adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data meliputi penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab anak putus sekolah di desa Ranggi adalah sebagai berikut: (1) Rendahnya motivasi anak untuk bersekolah. Mereka lebih memilih menjadi pedagang ikan dari pada mendapatkan ilmu di sekolah. (2) Faktor lingkungan tempat tinggal anak. Di desa Ranggi, terdapat banyak anak yang putus sekolah. Mereka memiliki persepsi yang sama bahwa lebih baik bekerja mendapat banyak uang daripada bersekolah yang hasilnya belum pasti. (3) Keadaan fisik orang tua. Adapun seorang anak yang menjadi salah satu informan menerangkan bahwa dia terpaksa berhenti sekolah hanya karena ayahnya mengalami stroke. Sebagai anak sulung, dia harus menjadi tulang punggung keluarga dan harus mampu menggantikan peran ayahnya demi menghidupi keluarga.

Hasil PKM setiap tim akan dilaporkan kepada LPPM STKIP Santu Paulus Ruteng pada akhir Februari mendatang sebagai bentuk pertanggungjawaban. (Tim PKM)

Editor: Admin (MFR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*